'Ngangsu Kawruh' Sinergi Kampus dan SMSI di Umsida, Kepala LPPM ITICM Siap Bangun Kolaborasi Strategis dengan Ekosistem Media
SIDOARJO – Dinamika industri media massa di tengah gempuran disrupsi digital menuntut adanya kolaborasi taktis antara asosiasi profesi dan institusi pendidikan tinggi. Menyadari urgensi tersebut, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi Insan Cendekia Mandiri (ITICM), Arvendo Mahardika, S.Pd., M.M., turut hadir dalam agenda "Seminar & Pelantikan Forum Pemred SMSI Jatim" yang digelar di Auditorium Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) pada Selasa (23/6/2026).
Kehadiran Arvendo dalam forum bergengsi ini membawa misi khusus untuk menjajaki peluang pengembangan ekosistem media siber yang berlandaskan riset akademik.
Seminar yang mengusung tema "Digitalisasi Media Pers: Tantangan Patuh Hukum dan Keberlanjutan Bisnis di Era Disrupsi Digital" ini menghadirkan Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Kementerian Komunikasi dan Digital RI Dra. Molly Prabawaty, M.AP., Anggota Dewan Pers Maha Eka Swasta, Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus, serta akademisi Umsida Ahmad Riyadh, U.B., Ph.D.
Bagi Arvendo, kolaborasi yang terjalin antara Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jatim, Umsida, dan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Umsida dalam menyelenggarakan forum ini merupakan sebuah praktik baik yang sangat inspiratif. Ia menegaskan bahwa tujuan utamanya hadir adalah untuk ngangsu kawruh atau menimba ilmu secara langsung dari kesuksesan Umsida menggandeng ekosistem industri media.
Berkaca dari hal tersebut, Arvendo yang juga merupakan Koordinator Bidang Teknologi dan Ekonomi Kreatif SMSI Malang Raya ini memproyeksikan adanya kerja sama komprehensif antara ITICM dan SMSI di masa mendatang.
"Ke depannya, ITICM tentu ingin menjalin kerja sama serupa. Kita ingin mengoneksikan antara ITICM dan asosiasi atau ekosistem media secara lebih konkret. Untuk menjawab tantangan keberlanjutan bisnis media di era disrupsi, program studi seperti Informatika dan Bisnis Digital yang kita miliki di ITICM punya peran yang sangat penting dalam menciptakan inovasi bagi kawan-kawan media," tegasnya.
Di sela-sela kemeriahan agenda utama tersebut, terdapat sebuah momen istimewa yang berlangsung dalam sesi pertemuan terpisah. Ketua SMSI Malang Raya, Doi Nuri, secara khusus memperkenalkan sebuah karya literasi bertajuk Bukan Sekadar Berita kepada Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus dan Anggota Dewan Pers Maha Eka Swasta.
Buku tersebut merupakan sebuah karya kolektif yang menghimpun pemikiran para pemilik media siber di Malang Raya. Dalam proyek literasi ini, Arvendo Mahardika bertindak langsung sebagai penggagas sekaligus editor buku. Inisiatif pendokumentasian sejarah dan pemikiran jurnalistik lokal ini pun langsung membuahkan respons positif dari para petinggi pers.
Para tokoh pers nasional yang hadir dalam sesi terpisah tersebut memberikan apresiasi tinggi terhadap prototipe buku yang ditunjukkan. Mereka bahkan berkenan untuk memberikan sambutan pengantar secara khusus di dalam cetakan buku tersebut nantinya. Saat ini, draf yang telah berbentuk prototipe cetak tersebut tengah didorong untuk proses pendaftaran ISBN agar segera dapat didistribusikan secara resmi.
Melalui rintisan sinergi kampus dan asosiasi, serta dorongan literasi melalui karya buku yang terstandardisasi, ekosistem pers dan akademisi diharapkan dapat terus melahirkan solusi terapan. Langkah strategis ini menjadi fondasi penting guna menjaga independensi sekaligus memperkuat pijakan bisnis media pers di tanah air.
Penulis: Tim LPPM ITICM
