Jembatani Pendidikan Islam dan Inovasi Digital, Ini Misi Dosen ITICM di Komisi Pendidikan MUI Surabaya
SIDOARJO - Transformasi digital dan pendidikan agama bukanlah dua kutub yang berseberangan. Semangat untuk menyinergikan kedua hal tersebut kini tengah menjadi fokus utama Catur Liliek Mairina, S.Pd., M.M., Dosen Program Studi Bisnis Digital (Bisdig) Institut Teknologi Insan Cendekia Mandiri (ITICM).
Pascadilantik secara resmi pada Kamis, 23 April 2026 lalu sebagai Wakil Ketua Komisi Pendidikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Surabaya masa khidmat 2025–2030, Liliek terus merumuskan dan menjalankan berbagai langkah strategis untuk memajukan sektor pendidikan Islam di wilayah Surabaya dan sekitarnya.
Dalam kapasitasnya tersebut, ia membawa visi besar yang memadukan nilai-nilai keumatan dengan kebutuhan era modern. Ia menyadari bahwa target besar tersebut tidak bisa dicapai sendirian, melainkan membutuhkan kolaborasi erat lintas sektor.
"MUI berfokus pada penguatan kapasitas kelembagaan, peningkatan mutu pendidikan Islam, serta kaderisasi ulama yang responsif terhadap tantangan zaman. Di wilayah Surabaya dan Jawa Timur, kegiatan ini banyak disinergikan dengan program provinsi dan kampus," jelas Liliek saat dikonfirmasi Jumat, 19 Juni 2026.
Salah satu wujud konkret dari sinergi tersebut adalah penjajakan kerja sama dengan berbagai lembaga. Beberapa program yang terus digodok di antaranya adalah penyelenggaraan Short Course Kurikulum Pesantren serta berbagai pelatihan kompetensi bagi guru maupun dosen.
Tidak hanya itu, revitalisasi semangat pendidik dan penguatan komitmen kebangsaan juga diwujudkan melalui agenda-agenda berkelanjutan seperti Seminar Nasional pendidikan. Di luar jalur akademis formal, Komisi Pendidikan MUI Surabaya juga berupaya mengembangkan penanaman nilai-nilai keislaman melalui pendekatan seni dan budaya di berbagai lembaga pendidikan.
Menariknya, latar belakang Liliek sebagai akademisi di bidang Bisnis Digital membuka peluang kolaborasi yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menjembatani MUI Surabaya dan kampus ITICM. Pengetahuan di bidang teknologi dan ekonomi digital siap ia transformasikan menjadi program pemberdayaan di tingkat akar rumput.
"Ke depannya, sangat memungkinkan bagi kita untuk mengadakan pelatihan digital marketing misalnya, bagi UMKM. Selain itu, program pelatihan untuk guru-guru se-Sidoarjo juga bisa disinergikan," paparnya terkait peluang kolaborasi dengan ITICM.
Kiprah Liliek di jajaran kepengurusan MUI Kota Surabaya ini menjadi bukti nyata bahwa civitas academica ITICM tidak hanya berteori di dalam kelas, tetapi terus bergerak proaktif mengambil peran strategis untuk memberdayakan masyarakat luas.
Penulis: Arvendo Mahardika, S.Pd., M.M., Kepala LPPM, Kerja Sama, dan Inkubator Bisnis ITICM
