Apresiasi Inovasi Mahasiswa di Digital Business Research Expo, Kepala LPPM ITICM Dorong Publikasi dan Hilirisasi

Apresiasi Inovasi Mahasiswa di Digital Business Research Expo, Kepala LPPM ITICM Dorong Publikasi dan Hilirisasi

SIDOARJO – Gelaran "Digital Business Research Expo Semester Genap 2025/2026" yang diselenggarakan oleh Program Studi Bisnis Digital Institut Teknologi Insan Cendekia Mandiri (ITICM) pada Selasa, 23 Juni 2026, membuahkan banyak temuan riset dan purwarupa bisnis yang menjanjikan. Kualitas inovasi yang dipamerkan oleh para mahasiswa tersebut menuai apresiasi tinggi dari Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Kerja Sama, dan Inkubator Bisnis ITICM, Arvendo Mahardika, S.Pd., M.M., yang turut turun langsung menjadi salah satu dewan penguji.

​Dalam kapasitasnya sebagai penguji sekaligus penjaring potensi bisnis kampus, Arvendo menilai karya-karya yang disajikan mahasiswa tidak lagi sekadar bertujuan untuk menggugurkan kewajiban akademik berupa tugas akhir. Sebagian besar kreator pameran dinilai telah berani melakukan riset mendalam, mampu membaca peluang pasar, serta sukses menerjemahkan permasalahan di lapangan ke dalam model bisnis digital yang solutif.

​"Saya sangat mengapresiasi daya juang dan objektivitas riset teman-teman mahasiswa Bisnis Digital hari ini. Saat berkeliling menguji dan berdialog dari satu meja ke meja lainnya, saya melihat embrio startup yang sangat potensial. Mereka tidak hanya kuat di tataran konseptual, tetapi sudah berani memvalidasi ide mereka dengan data lapangan dan kebutuhan riil masyarakat," ungkap Arvendo.

​Melihat tingginya potensi dari pameran inovasi ini, ia menegaskan bahwa peran institusi kampus tidak boleh berhenti pada tahap pameran dan pemberian nilai saja. Melalui fasilitas Inkubator Bisnis ITICM yang berada di bawah naungan direktoratnya, karya-karya unggulan hasil riset mahasiswa ini akan dipetakan secara khusus untuk mendapatkan program pendampingan yang berkelanjutan agar skalanya bisa naik dan mampu dipertemukan dengan investor riil.

​Selain pendampingan kelembagaan, Arvendo juga menitipkan pesan strategis kepada seluruh mahasiswa agar lebih proaktif membangun rekam jejak digital profesional mereka. Karya, poster, maupun X-banner yang telah disusun dengan susah payah selama berbulan-bulan diharapkan tidak hanya menjadi pajangan fisik sesaat di ruang pameran atau berhenti di arsip perpustakaan.

​"Karya-karya dan visualisasi desain yang sudah kalian buat susah payah itu harus segera diunggah ke media sosial dan LinkedIn masing-masing. Langkah ini sangat penting agar inovasi kalian makin berdampak luas dan dilihat oleh kalangan profesional, sekaligus membuat nama ITICM semakin berkibar di dunia industri," pesannya.

​Arvendo menekankan bahwa publikasi tersebut akan membentuk jejak digital yang sangat esensial sebagai portofolio karier.

Terlebih lagi, ia menyoroti sebuah fakta membanggakan yang ia temukan langsung selama proses pengujian berlangsung.

​"Menjadi jejak digital juga yang sangat bermanfaat. Apalagi, dari hasil ujian tadi kita mendapati ternyata mayoritas mahasiswa yang diuji sudah bekerja sebelum mereka lulus. Tentu portofolio publik ini akan menjadi nilai plus yang luar biasa, baik untuk akselerasi karier mereka sendiri maupun bagi peningkatan reputasi institusi kita," tambahnya mengapresiasi daya serap lulusan ITICM.

​Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa publikasi dan eksposur digital tersebut merupakan salah satu bentuk nyata dari upaya hilirisasi riset kampus. Langkah taktis ini sangat selaras dengan regulasi terbaru kementerian yang menuntut kampus untuk lebih responsif dan berdaya guna bagi lingkungan sekitar.

​"Ini adalah bagian dari strategi kita untuk memenuhi target 12 Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi yang terbaru. Kita didorong keras untuk menghilirisasi hasil penelitian agar tidak sekadar menjadi tumpukan dokumen kertas. Dengan publikasi digital yang tepat sasaran, kita mewujudkan visi perguruan tinggi yang benar-benar berdampak," pungkas Arvendo.

​Keberadaan ekosistem riset yang dikawal langsung oleh akademisi lintas sektor ini menjadi bukti komitmen ITICM dalam mencetak sarjana yang mandiri. Melalui sinergi erat antara program studi, LPPM, dan inkubator bisnis, iklim akademik kampus diharapkan mampu melahirkan lebih banyak wirausahawan muda berbasis teknologi yang siap memberikan sumbangsih ekonomi yang nyata bagi masyarakat luas.

Penulis: Tim LPPM ITICM

icon

Ada Pertanyaan

Hubungi Kami Untuk Pengalaman Tebaik Anda

Hubungi Kami
Image


Profil ITICM
img
img
img
Brosur

Entrepreneur Muda ?

Bentuk diri anda di lingkungan yang cepat dan tepat.

Brosur Daftar Sekarang
img
Partner Kami

Bersinergi Membangun Negeri